Mojokerto. Seorang sopir dan juru tagih sebuah finece ditangkap satuan Satnarkoba Polres Mojokerto Kota, Jawa Timur, saat kedapatan menjual sabu-sabu.Sang sopir mengaku terpaksa menjual sabu-sabu untuk membayar cicilan sepeda motor dan untuk membayar persalinan istrinya yang sedang hamil tua. Sementara rekannya adalah resedivis kasus yang sama.
Kedua tersangka adalah Achmad Solihhudin, 35 tahun, yang berprofesi sopir, warga Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, dan rekannya Fatkur Ranchman, juru tagih, warga Desa Sumbergayam, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
Sang sopir mengaku terpaksa menjadi bandar sabu untuk membayar cicilan sepedanya. sementara gajinya tidak mencukupi memenuhi kebutuhan hidupnya. Sang istri sedang hamil tua anak keduanya. “Saya terpaksa menjual sabu - sabu dengan keuntungan lima puluh ribu rupiah”, ujarnya.
Sedangkan Fatkur, yang juga seorang resedivis narkoba, mengaku pesta narkoba untuk meningkatkan gairah bekerja. Ini sudah keenam kali dirinya harus beradapan dengan polis, dengan kasus yang sama. Dari tangan keduannya, petugas berhasil mengamankan tiga poket sabu dengan berat lima gram.
Menurut kasat narkoba Polres Mojokerto Kota, AKP Djamin, Keduanya dijerat dengan pasal 112 sub 127 UU RI no 35/ Tahun 2009 ancaman 4 sampai 12 tahun penjara.(tho)
davneshop Februari 08, 2013 New Google SEO Bandung, Indonesia
Puluhan pedagang asongan di Stasiun Kereta Api Mojokerto
bersitegang dengan Polisi Khusus Kereta Api, rabu siang 16/ 01/ 2013. peristiwa
ini terjadi saat petugas Polsuska Melakukan Penertiban para pengasong di Kereta
Api Doho jurusan Surabaya-Blitar. Seluruh pedagang asongan yang tengah
berjualan diatas Kereta Api langsung diturunkan paksa.
Pedagang yang tak terima dengan penertiban ini memaki-maki
petugas polsuka hingga terlibat perang mulut, bahkan seorang wanita langsung
menangis histeris, karena kecewa tak bisa berjualan. “kita mau makan apa kalo
ga jualan, siapa yang sekolahkan anak saya, ini juga hak kami sebagai warga
negara” teriak nuryati (40) sambil menangis histeris.
Pedagang yang terus melawan, membuat Polsuska mengancam
tidak memberangkatkan KA. Praktis KA Doho jurusan Blitar-Surabaya ini tertahan
hingga hampir 30 menit di stasiun ini. Suasana ini berakhir setelah pihak
Polres Mojokerto kota memediasi pedagang dan diperbolehkan menumpang kereta
Doho.
Iwan Susanto, Ketua ASKA menyesalkan tindakan KA yang
dikatakannya mengingkari kesepakatan sebelumnya. "PT KA tak memberi solusi kepada kita.
Sejarah kereta api di negeri ini tak luput dari asongan. Mereka hanya cari
makan, apalgi kereta tempat asongan berjualan ini hanya kereta ekonomi"
ungkapnya.
Iwan mengancam jika
besok, Kamis 17/1/ 2013 pedagang tetap dilarang, mereka akan melakukan
aksi blokir rel KA di Daops VIII Surabaya dan Daops VII Madiun. (rel)
Tangis Histeris Warnai Penertiban Pedagang Asongan Di Kereta Api
Posted by TOPIKKU on Rabu, 16 Januari 2013
Mojokerto.
Seorang pria dan janda digrebek warga saat tengah berbuat mesum dirumah sang
janda di Desa Gayaman, Kec Mojoanyar, Kab Mojokerto senin siang 14/ 01/ 2013. Keduanya
diketahui bernama Subur kuwarasan (32) warga Desa Bicak, Kec Trowulan, dan Agustin
Eka Sari (32) janda warga setempat. Usai digrebek, Subur sempat menjadi bulan-bulanan warga hingga babak belur dan diarak keliling kampung. Terungkapnya kasus perselingkuhan ini setelah warga menggrebek rumah agustin yang diketahui baru dua bulan cerai dengan suaminya, saat itu warga yang curiga adanya pria masuk ke rumah janda bernak dua itu langsung memanggil mantan suaminya dan melakukan penggrebekan “warga mendobrak pintu, karena saat itu pintu dalam kondisi terkunci” ujar Nuksoni mantan suami Agustin.
Saat
warga masuk kedalam rumah. Mendapati kedua pasangan ini sedang melakukan
perbuatan mesum didalam kamar. Warga yang geram langsung memukuli Subur
kuwarasan beramai-ramai hingga kepalanya berdarah, keduanya kemduian diarak
keliling kampung dan disidang dibalai desa.
Dari
hasil musyawarah di balai desa, warga memutuskan untuk mengusir Agustin karena
dianggap telah mencemarkan nama desa, “bikin rusuh saja, kalo mau mesum diluar
sana jangan di desa gayaman” ujar Wahib
warga setempat sambil menunjuk muka pelaku.
Polisi
yang datang ke balai desa langsung mengevakuasi keduanya ke mapolsek mojoanyar,
Akp subiyanto mengatakan kedua pasangan ini kita amankan untuk menghindari amuk
massa.(rel)
Jombang. Puluhan pengguna angkutan Kereta Api melakukan aksi
demo dengan cara tidur di rel Stasiun Sembung, kec perak, Jombang, Minggu pagi (13/1/2013).
Aksi ini dilakukan, menuntut kebijakan pengurangan gerbong dan penghapusan system
abonemen segera dicabut. Bahkan, puluhan warga ini langsung menaiki atap lokomotif
Kereta Api Doho jurusan blitar-kertosono-surabaya saat berhenti di stasiun.
Menurut korlap, agung, aksi ini dilakukan sebagai bentuk
protes terkait kebijakan PT KAI perjanuari 2013, Diantaranya, penghapusan
sistem abonemen atau tarif langganan setiap bulan. Sebelumnya, para pelanggan
membayar Rp 140 ribu setiap bulan. Uang itu untuk pembayaran transportasi KA
DHoho atau KRD dari Stasiun Sembung hingga Surabaya. Namun semenjak aturan itu
dihapus, pelanggan mulai kesulitan. Karena mereka harus membeli tiket setiap
hari. Untuk KRD sebesar Rp 2 ribu, sedangkan Dhoho sebesar Rp 4 ribu.
davneshop
Januari 13, 2013
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Menurut korlap, agung, aksi ini dilakukan sebagai bentuk
protes terkait kebijakan PT KAI perjanuari 2013, Diantaranya, penghapusan
sistem abonemen atau tarif langganan setiap bulan. Sebelumnya, para pelanggan
membayar Rp 140 ribu setiap bulan. Uang itu untuk pembayaran transportasi KA
DHoho atau KRD dari Stasiun Sembung hingga Surabaya. Namun semenjak aturan itu
dihapus, pelanggan mulai kesulitan. Karena mereka harus membeli tiket setiap
hari. Untuk KRD sebesar Rp 2 ribu, sedangkan Dhoho sebesar Rp 4 ribu.
Yang menjadi persoalan, tiket tersebut dibatasi hanya
seratus lembar per hari. Sudah begitu pembelian tiket tersebut juga di stasiun
tertentu, yakni Jombang, Kertosono, Peterongan, serta Sumobito. "Karena
jarak stasiun tersebut cukup jauh, kami keberatan ujar agung. Apalagi dua
kereta ekonomi tersebut juga tidak berhenti di Stasiun Sembung per 15 Januari
lusa.
Tuntutan lainnya adalah kebijakan pengurangan gerbong.
Sebelumnya, KA Dhoho menyadiakan tujuh gerbong untuk para penumpang. Namun pada
Januari ini gerbong tersebut dipangkas hanya tinggal empat. Meski demikian,
hanya tiga gerbong yang difungsikan dan satu gerbong lagi akan dikunci tanpa
penumpang. Kami menuntut kebijakan itu segera dihapus, jika tidak kami akan
terus melakukan demo ujar agung.
Aksi ini berakhir setelah kepala stasiun sembung, agus
melakukan negosiasi dengan pelanggan kereta api ini. Agus meminta pelanggan
kereta api yang melakukan protes ini mengrimkan surat resmi ke daops 7, karena
semua kebijakan yang diterapkan ini adalah keputusan pusat ujar Agus. (Rel)

Jombang- seorang pria tewas di dasar sumur milik sri warga desa Mojotengah, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang,Jawa timur. Korban bernama Rejo (55)warga setempat yang merupakan buruh penggali dan pembersih sumur.
Peristiwa itu terjadi selasa siang 08/ 01/ 2013 saat korban sedang membersihkan pipa yang ada didalam sumur karena diminta sri, pasalnya sejak beberapa hari terakhir airnya susang mengalir, namun saat masuk ke dasar sumur sedalam 25 meter korban tiba-tiba tak sadarkan diri.
Warga yang mendengar peristiwa itu tak berani menolong korban, dan hanya melihat dari atas bibir sumur, warga kemudian melaporkannya kepada polisi ” ga berani, takut ada gas beracunnya” ujar Supriyadi warga setempat.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung memasang garis pembatas untuk melakukan upaya evakuasi jasad korban, kondisi sumur yang sempit dan diduga mengandung gas beracun membuat petugas mengalami kesulitan untuk mengevakuasi jasad korban, polisi juga memanggil tim sar untuk melakukan evakuasi. Meski menggunakan alat berupa pernafasan oksigen salah seorang anggota tim sar yang turun ke dasar sumur juga nyaris pingsan.
Setelah dua jam melakukan upaya evakuasi akhirnya jasad korban berhasil diangkat kepermukaan, dan membawanya kerumah sri yang ada didekat sumur.
Polisi yang memeriksa jenazah korban tak menemukan adanya unsur tindak kekerasan, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan.Akp Mudjiono kapolsek bareng mengatakan, saat peristiwa naas ini terjadi, tak ada saksi langsung melihat, karena korban saat itu bekerja sendirian. “Kematian korban ini diduga akibat gas beracun yang ada didasar sumur, karena didalam sumur penuh dengan gas beracun yang berasal dari tanah” ujar kapolsek bareng. (rel)
Ular
pemakan ayam milik warga
Jombang.
warga sambirejo, kecamatan wonosalam, kab jombang digegerkan dengan
tertangkapnya se ekor ular sanca kembang dengan ukuran besar. ular sanca kembang
ini ditangkap bambang, warga setempat pada 01, 01, 2013 setelah mendapat laporan
ada ular di pinggiran hutan yang berada di desanya, menurut bambang saat itu
ada seorang wanita yang sedang mencari rebung, di pinggiran hutan terlihat
seekor ular yang sedang melingkar di pohon, karena takut wanita itu kemudian
melaporkannya kepada warga “Tidak ada yang berani, ya saya tangkap sendirian
ujarnya”
Saat dilakukan pengukuran ular ini mempunyai
panjang sekitar 3 meter dan memiliki bobot sekitar 50 kilo gram. Bahkan untuk
mengangkat ular ini dibutuhkan tiga orang “ berat banget, ga kuat kalo
mengangkat sendirian, apalagi kalo meronta-ronta tyambah berat” ujar bambang
sambil tesenyum.
Oleh bambang ular tersebut
disimpan di kandang yang berada di samping rumahnya, dan rencananya akan
dipelihara sendiri. Tertangkapnya ular tersebut menjawab keresahan warga desa
setempat, pasalnya selama ini warga sering kehilangan ayam, bahkan saat
ditangkap di perut ular masih Nampak ada bekas kaki ayam yang menonjol “ ini
ada benjolan diperut ular membentuk kaki ayam” jar bambang. (rel)









